Skip to main content

Orbit Satelit

Orbit satelit merupakan lintasan pergerakan satelit dalam mengelilingi bumi. Pergerakan satelit dalam mengelilingi bumi secara umum mengikuti hukum Keppler (Pergerakan Keplerian) yang didasarkan pada beberapa asumsi yaitu pergerakan setelit hanya dipengaruhi oleh medan gaya berat sentral bumi, satelit bergerak dalam bidang orbit yang tetap dalam ruang, massa satelit tidak berarti dibandingkan massa bumi, satelit bergerak dalam ruang hampa, dan tidak ada matahari, bulan, ataupun benda-benda langit lainnya yang mempengaruhi pergerakan satelit [1]. Berdasarkan ketinggian orbit satelit terbagi menjadi :
  • OrbitRendah (Low Earth Orbit, LEO)
Karakteristik LEO
Tinggi orbit: 200 – 3000 km, di atas permukaan bumi
Periode Orbit: 1.5 jam
Kecepatan putar: 27.000 km/jam
Waktu Tampak:
Delay Time: 10 ms ( Waktu perambatan gelombang dari stasiun bumi ke satelit dan kembali lagi ke stasiun bumi)
Jumlah Satelit: 50 (Global Coverage)
Penggunaan: Satelit Citra, Cuaca, Mata-mata, sistem telekomunikasi bergerak (mobile) contohnya satelit Iridium dan Global Star.
  • Orbit Menengah (Medium Earth Orbit, MEO)
Karakteristik MEO:
Tinggi orbit: sekitar 6.000 – 12.000 km, di atas permukaan bumi
Periode Orbit: 5 – 12 jam
Kecepatan putar: 19.000 km/jam
Waktu Tampak: 2 – 4 jam per hari
Delay Time: 80 ms ( Waktu perambatan gelombang dari stasiun bumi ke satelit dan kembali lagi ke stasiun bumi)
Jumlah Satelit: 10 – 12 (Global Coverage)
Penggunaan: Satelit Citra, Cuaca, Mata-mata, sistem telekomunikasi bergerak (mobile) misalnya satelit Oddysey dan ICO.
  • Orbit geostasioner ( Geostationery Earth Orbit)
Karakteristik GEO
Tinggi orbit: sekitar 35.800 km, di atas permukaan bumi
Periode Orbit: 24 jam
Kecepatan putar: 11.000 km/jam,
Waktu Tampak: Selalu tampak ( karena kecepatan putar satelit sama dengan kecepatan putar bumi
Delay Time: 250 ms ( Waktu perambatan gelombang dari stasiun bumi ke satelit dan kembali lagi ke stasiun bumi)
Jumlah Satelit: 3 (Global Coverage)
Penggunaan: Banyak digunakan oleh satelit untuk sistem telekomunikasi tetap, seperti Palapa, Intelsat, Asiasat, dll.
    Orbit geosinkron

  • Orbit Tinggi (High Earth Orbit, HEO)
Orbit tinggi adalah sebuah orbit geosentris dimana titik tertinggi terletak di atas orbit geostasioner (antara 35.786 km - 42.164 km). Salah satu bagian dari orbit ini adalah orbit geostationer dengan jarak 42.164 km dari pusat bumi atau 36.000 km dari permukaan bumi.

orbit satelit



Berdasarkan posisi orbit terdiri dari orbit equatorial dan orbit polar.
  • Orbit Equatorial
Orbit ini mempunyai sudut yang sejajar dengan garis horizon (0 deg) dan merupakan orbit geostasioner, yaitu tempat di mana sebagian besar satelit telekomunikasi berada. Pada orbit inilah seluruh permukaan bumi bisa dicakup oleh tiga satelit dengan perbedaan sudut sebesar 120 derajat, atau menurut perhitungan Intelsat posisi satelit tersebut adalah:

30 O E (East): area Afrika dan Eropa, atau di atas samudera India ( Indian Ocean Region/ IOR ).
150 O E (East): area China dan Oceania, di atas samudra Pasifik ( Pacific Ocean Region / POR ).
90 O E (East): area Amerika, di atas samudera Atlantik ( Atlantic Ocean Region / AOR ).

  • Orbit polar
Orbit polar adalah salah satu di mana sebuah satelit lewat di atas atau hampir di atas kedua kutub tubuh yang mengorbit (biasanya planet rupa bumi, tetapi mungkin tubuh lainnya misalnya Matahari) pada setiap revolusi. Oleh karena itu memiliki kemiringan (atau sangat dekat dengan) 90 derajat ke khatulistiwa. Sebuah satelit dalam orbit kutub akan melewati khatulistiwa pada bujur yang berbeda pada masing-masing orbit nya.


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Nano satelite

Nanosat merupakan satelit dengan berat 1 - 10 Kg. Untuk saat ini  nano satelit semakin berkembang dan  mampu melakukan misi komersial yang sebelumnya diperlukan mikrosatelit. Dengan konstelasi satelit nanosat memungkinkan setiap bidang dunia dapat dicitrakan setiap 3,5 jam. Saat banyak pengembang dan produsen satelit yang mulai melirik nanosatellite termasuk GomSpace, NanoSpace, Spire, Surrey Satellite Technology, NovaWurks, Dauria Aerospace dan Planet Labs. Dove satelit Citra dove sumber: http://www.nanosats.eu/ https://en.wikipedia.org/wiki/Small_satellite#Small_satellites

Mengetahui posisi satelit dengan TLE

Bagaimana mengetahui posisi satelit yang berada di luar angkasa. Beberapa satelit seperti satelit Palapa dan TELKOM mempunyai orbit geostasioner dengan ketinggian sekitar 35.800 km, di atas permukaan bumi. Dengan orbit tersebut tersebut menyebabkan posisi satelit seakan-akan tetap dikarenakan satelit bergerak dengan kecepatan putar satelit sama dengan kecepatan putar bumi. Namun berbeda dengan satelit dengan orbit dibawah itu yang waktu putarnya lebih cepat terutama untuk satelit-satelit penginderaan jauh. Salah satu caranya dengan menggunakan TLE (Two Line Element). TLE adalah format data pengkodean daftar elemen orbit sebuah benda yang mengorbit Bumi untuk titik waktu tertentu. Two-Line Element terdiri dari dua baris 69 karakter data yang dapat digunakan bersama-sama dengan model orbital SGP4 / SDP4 NORAD untuk menentukan posisi dan kecepatan satelit. Satu-satunya karakter yang valid dalam dua baris elemen adalah angka 0-9, huruf kapital A-Z, periode, ruang, dan plus dan minus t...