Skip to main content

"Explorer 1" satelit pertama Amerika Serikat

Explorer 1 merupakan satelit buatan pertama Amerika Serikat yang diluncurkan pada tanggal 31 Januari 1958. Satelit dibuat oleh  Jet Propulsion Laboratory (JPL) seperti roket dengan panjang 203 cm, diameter 15,9 cm, dan berat 14 Kg. Satelit ini membawa beberapa intrumen (sensor) yang terdiri dari paket deteksi sinar kosmik, sensor internal suhu, tiga sensor suhu eksternal, nose-cone temperature sensor, micrometeorite, dan cincin dari guages ​​erosi micrometeorite. Data dari instrumen ini ditransmisikan ke bumi menggunakan pemancar 60-milliwatt beroperasi pada 108,03 MHz dan pemancar 10-milliwatt beroperasi pada 108.00 MHz. Tenaga listrik disediakan oleh baterai nikel-kadmium kimia [sic] * yang terdiri sekitar 40 persen dari berat payload.

Explorer 1
Explorer 1 merupakan satelit pertama yang berhasil mendeteksi radiasi sinar kosmik yang terjebak dalam magnetosfer bumi, dikenal dengan sebutan sabuk Van Allen (Van Allen Radiation Belt). Explorer 1 masuk atmosfer Bumi dan terbakar pada bulan Maret 1970, setelah mengorbit Bumi 56.000 kali.

sumber:
- https://id.wikipedia.org/wiki/Explorer_1
- https://history.nasa.gov/sputnik/expinfo.html

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Orbit Satelit

Orbit satelit merupakan lintasan pergerakan satelit dalam mengelilingi bumi. Pergerakan satelit dalam mengelilingi bumi secara umum mengikuti hukum Keppler (Pergerakan Keplerian) yang didasarkan pada beberapa asumsi yaitu pergerakan setelit hanya dipengaruhi oleh medan gaya berat sentral bumi, satelit bergerak dalam bidang orbit yang tetap dalam ruang, massa satelit tidak berarti dibandingkan massa bumi, satelit bergerak dalam ruang hampa, dan tidak ada matahari, bulan, ataupun benda-benda langit lainnya yang mempengaruhi pergerakan satelit  [1] . Berdasarkan ketinggian orbit satelit terbagi menjadi : OrbitRendah (Low Earth Orbit, LEO) Karakteristik LEO Tinggi orbit: 200 – 3000 km, di atas permukaan bumi Periode Orbit: 1.5 jam Kecepatan putar: 27.000 km/jam Waktu Tampak: Delay Time: 10 ms ( Waktu perambatan gelombang dari stasiun bumi ke satelit dan kembali lagi ke stasiun bumi) Jumlah Satelit: 50 (Global Coverage) Penggunaan: Satelit Citra, Cuaca, Mata-mata, s...

Nano satelite

Nanosat merupakan satelit dengan berat 1 - 10 Kg. Untuk saat ini  nano satelit semakin berkembang dan  mampu melakukan misi komersial yang sebelumnya diperlukan mikrosatelit. Dengan konstelasi satelit nanosat memungkinkan setiap bidang dunia dapat dicitrakan setiap 3,5 jam. Saat banyak pengembang dan produsen satelit yang mulai melirik nanosatellite termasuk GomSpace, NanoSpace, Spire, Surrey Satellite Technology, NovaWurks, Dauria Aerospace dan Planet Labs. Dove satelit Citra dove sumber: http://www.nanosats.eu/ https://en.wikipedia.org/wiki/Small_satellite#Small_satellites

Mengetahui posisi satelit dengan TLE

Bagaimana mengetahui posisi satelit yang berada di luar angkasa. Beberapa satelit seperti satelit Palapa dan TELKOM mempunyai orbit geostasioner dengan ketinggian sekitar 35.800 km, di atas permukaan bumi. Dengan orbit tersebut tersebut menyebabkan posisi satelit seakan-akan tetap dikarenakan satelit bergerak dengan kecepatan putar satelit sama dengan kecepatan putar bumi. Namun berbeda dengan satelit dengan orbit dibawah itu yang waktu putarnya lebih cepat terutama untuk satelit-satelit penginderaan jauh. Salah satu caranya dengan menggunakan TLE (Two Line Element). TLE adalah format data pengkodean daftar elemen orbit sebuah benda yang mengorbit Bumi untuk titik waktu tertentu. Two-Line Element terdiri dari dua baris 69 karakter data yang dapat digunakan bersama-sama dengan model orbital SGP4 / SDP4 NORAD untuk menentukan posisi dan kecepatan satelit. Satu-satunya karakter yang valid dalam dua baris elemen adalah angka 0-9, huruf kapital A-Z, periode, ruang, dan plus dan minus t...